Masjid Muamalah Kularan Triharjo Gelar Pengajian Menyambut Ramadhan 1447 H, Dimeriahkan Pentas Seni dan Doorprize


Masjid Muamalah Kularan Triharjo Gelar Pengajian Menyambut Ramadhan 1447 H, Dimeriahkan Pentas Seni dan Doorprize


Masjid Muamalah Kularan, Kalurahan Triharjo, menggelar kegiatan Pengajian Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah pada Sabtu malam, 24 Januari 2026. Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh jamaah masjid, warga sekitar, serta sejumlah tokoh masyarakat dengan penuh antusias sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.


Pengajian yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB tersebut menghadirkan penceramah H. Suyanta, S.Ag., M.Si, Pengasuh Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania Yogyakarta. Acara mengusung tema *“Puasa sebagai Latihan Mengendalikan Hawa Nafsu dan Membersihkan Hati”*, yang relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.


Sebelum pengajian inti dimulai, panitia menyuguhkan pentas seni Islami yang ditampilkan oleh santri TPA Masjid Muamalah. Pentas seni ini menjadi pembuka acara sekaligus daya tarik tersendiri bagi jamaah yang hadir. Penampilan anak-anak TPA menampilkan kreativitas dan ekspresi seni bernuansa Islami yang sarat dengan pesan moral dan nilai keagamaan.


Pentas seni tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah. Selain menjadi hiburan yang mendidik, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pembinaan mental, kepercayaan diri, serta penguatan karakter religius bagi generasi muda. Kehadiran anak-anak dalam rangkaian acara ini menunjukkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat lintas generasi.


Memasuki sesi utama, H. Suyanta dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan kepribadian Muslim yang mampu mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan dan perilaku, serta membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan Ramadhan sejak dini dengan memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat kepedulian sosial.


Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih sabar, jujur, dan berakhlak mulia. Jamaah diajak menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial selama bulan suci berlangsung.


Kegiatan pengajian ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada jamaah. Doorprize dibagikan sebagai bentuk apresiasi dan untuk menambah semangat kebersamaan. Suasana keakraban tampak terjalin saat sesi pembagian hadiah berlangsung, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Masjid Muamalah.


Panitia penyelenggara berharap kegiatan Pengajian Menyambut Ramadhan ini dapat meningkatkan semangat beribadah masyarakat serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, melalui keterlibatan anak-anak TPA dan unsur hiburan edukatif, masjid diharapkan semakin menjadi ruang yang ramah, hidup, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Muamalah Kularan Triharjo menegaskan perannya sebagai pusat syiar Islam dan pemberdayaan umat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Komentar