Monitoring Program Ketahanan Pangan Peternakan Ayam Omega di Kalurahan Krembangan Berjalan Baik
Salah satu prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2025 adalah program Ketahanan Pangan dengan alokasi sebesar 20 persen dari pagu Dana Desa yang ditransfer ke Kalurahan. Di Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, kebijakan tersebut ditindaklanjuti melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang melibatkan Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal), Lurah Krembangan, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Artha Mandiri Krembangan.
Melalui Musdesus tersebut, disepakati bahwa program ketahanan pangan tahun 2025 difokuskan pada pengembangan usaha peternakan ayam petelur omega yang dikelola oleh BUM Desa Artha Mandiri Krembangan. Program ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan desa dan memperkuat peran BUM Desa sebagai penggerak ekonomi lokal.
Sebagai bagian dari fungsi pendampingan dan pengawasan, Pendamping Desa Kapanewon Panjatan, Muhammad Ardi Nugroho, melaksanakan kegiatan monitoring langsung ke lokasi kandang ayam petelur omega pada hari ini, Jum’at, 23 Januari 2026. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan, ketentuan penggunaan Dana Desa, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Pendamping Desa bertemu langsung dengan Direktur BUM Desa Artha Mandiri Krembangan, Ibu Budi Wulandari, serta anak kandang yang bertugas mengelola peternakan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan peninjauan kondisi kandang, jumlah populasi ayam, sistem pemberian pakan, kebersihan lingkungan kandang, serta proses produksi telur omega.
Ibu Budi Wulandari menjelaskan bahwa program peternakan ayam omega saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Alhamdulillah, kondisi ayam dalam keadaan sehat, produksi telur sudah mulai stabil, dan hasilnya sudah mulai dipasarkan. Kami terus berupaya menjaga kualitas produksi dan pengelolaan agar usaha ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Pendamping Desa Muhammad Ardi Nugroho kemudian menanyakan secara langsung terkait pola pemeliharaan ayam dan manajemen usaha.
“Bagaimana pengaturan pakan dan perawatan harian ayam, apakah sudah berjalan sesuai rencana yang disepakati dalam Musdesus?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, anak kandang menyampaikan bahwa perawatan dilakukan secara rutin dan terjadwal.
“Pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan sore. Kebersihan kandang juga selalu kami jaga setiap hari agar ayam tetap sehat dan produksi telur optimal,” jelasnya.
Selain aspek teknis peternakan, Pendamping Desa juga menekankan pentingnya tertib administrasi dan pengelolaan keuangan BUM Desa.
“Karena program ini menggunakan Dana Desa, maka pencatatan administrasi, laporan keuangan, dan dokumentasi kegiatan harus dilakukan secara tertib dan transparan,” tegas Muhammad Ardi Nugroho.
Menanggapi arahan tersebut, Ibu Budi Wulandari menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola BUM Desa.
“Kami siap menindaklanjuti semua masukan dari pendamping desa, baik dari sisi teknis, administrasi, maupun pengembangan usaha, agar program ketahanan pangan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil monitoring pada Jum’at, 23 Januari 2026, dapat disimpulkan bahwa program ketahanan pangan peternakan ayam omega di Kalurahan Krembangan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Beberapa catatan kecil disampaikan sebagai bahan evaluasi dan penguatan ke depan, khususnya dalam manajemen usaha dan pengembangan pemasaran.
Melalui program ini, Kalurahan Krembangan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan desa, meningkatkan kinerja BUM Desa, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar